Tunggu sebentar...



Blog

ARTIKEL LIST

merawat-orang-tua.jpg
24/Nov/2020

Bagaimana cara merawat orang tua ketika orangtua didiagnosis terkena diabetes, tentunya sebagai anak, Anda akan merasa sedih dan khawatir. Untuk melakukan hal itu, Kamu harus bisa memberikan dukungan dan membantu orangtua mengontrol diabetesnya. Berikut panduan merawat orangtua dengan diabetes.

Menjaga dan mengatur kadar gula darah

Hal utama yang harus Anda perhatikan ketika merawat orangtua yang sakit diabetes adalah memantau kadar gula darah mereka setiap hari. Risiko hipoglikemia (kadar gula darah yang terlalu rendah) umumnya menyertai orangtua dengan diabetes tipe 2 yang menggunakan insulin atau obat tertentu untuk mengendalikan kadar gula darah mereka. Gejala hipoglikemia ringan meliputi lemas, gemetaran, dan lapar.

Hipoglikemia berat akan mengakibatkan pasien diabetes merasa linglung, mengantuk, bahkan kehilangan kesadaran. Ketika mengalami kondisi ini, pasien diabetes harus segera diberi suntikan gula (glukosa) atau bisa juga hormon glukagon (hormon yang dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat) langsung pada otot atau vena.

Edukasi

Salah satu hal terpenting yang bisa Anda lakukan adalah mempelajari lebih dalam tentang diabetes dan bagaimana cara mengatasinya. Mintalah izin kepada orangtua untuk ikut serta menemaninya ke setiap pemeriksaan dokter. Dengan begitu, Anda jadi bisa mengerti lebih dalam tentang diabetes dan bagaimana merawat orangtua.

Menggunakan insulin suntik dengan benar

Salah satu cara merawat orangtua ialah memperhatikan pemberian insulin. Insulin adalah hormon yang dibuat secara alami oleh organ pankreas manusia. Hormon ini berfungsi untuk mengontrol kadar gula (glukosa) dalam darah. Dosis suntik insulin untuk setiap pasien berbeda-beda. Biasanya, dosis ditentukan dokter berdasarkan tingkat keparahan penyakit dan respons tubuh tiap pasien.

Biasanya, insulin akan disuntikkan di lengan bagian atas, paha, pantat atau perut. Suntikan insulin bagi pasien diabetes tipe 1 dan 2 disesuaikan berdasarkan berat badan, kondisi kesehatan, pola makan, rutinitas berolahraga, dan resistensi insulin Anda. Jika orangtua Anda mengidap diabetes tipe 2, Anda bisa mulai menggunakan insulin untuk beberapa saat dan tidak perlu meneruskannya lagi jika berat badan orangtua Anda sudah seimbang dan rajin berolahraga secara rutin. Namun jika orangtua Anda mengidap diabetes tipe 1, Anda harus rutin menggunakan insulin untuk menjaga level gula darah Anda agar tetap stabil.

Makan tepat waktu

Selain menjaga pola makan dalam merawat orangtua, penting juga untuk menjaga waktu makan orangtua secara tepat dan sesuai jadwal. Usahakan untuk tidak melewatkan sarapan, pasalnya tubuh orangtua akan jadi cepat lapar di waktu-waktu berikutnya. Alhasil, orangtua nanti akan jadi makan berlebih karena didera rasa lapar karena melewatkan sarapan, kemudian naiklah gula darahnya. Makan tiga kali sehari ditambah dua camilan bernutrisi di sela-sela jam makan bisa membantu gula darah tetap normal.

Menurunkan konsumsi karbohidrat

Merawat orangtua penderita diabetes bisa mengontrol kadar gula darahnya dengan mengonsumsi diet rendah karbohidrat. Sangat banyak makanan yang mengandung karbohidrat tinggi. Orangtua Anda biasanya akan disarankan untuk menjaga konsumsi karbohidratnya pada jumlah gram tertentu per harinya.

Olahraga rutin

Langkah merawat orangtua selanjutnya dengan rutin berolahraga, gula darah orangtua Anda bisa tetap stabil. Lakukan olahraga setidaknya 2,5 jam per minggu secara teratur. Penting untuk tetap membuat otot-otot tubuh orangtua bergerak karena peranannya dalam menggunakan dan menyimpan gula sangat besar. Hal tersebut bisa membuat kadar gula darah tetap normal. Namun ingat, jangan berlebihan melakukan aktivitas fisik karena hal tersebut bisa memicu hipoglikemia.

Menjaga Psikologi Orangtua

Perhatikanlah kondisi psikologis dalam merawat orangtua Anda, Jika orangtua mengalami stres karena bosan atau karena suatu permasalahan segera atasi, karena kondisi ini bisa membuat kadar gula darah meningkat. Ajaklah orangtua anda jalan-jalan sembari refreshing atau menonton film yang lucu sehingga membuat suasana hatinya gembira.


luka-bakar.jpg
24/Nov/2020

Luka bakar memiliki derajat keparahannya serta penanganan luka bakar yang berbeda. Luka bakar merupakan kerusakan jaringan tubuh yang disebabkan dari panas, bahan kimia, listrik, radiasi dan uap panas. Derajat luka bakar diklasifikasikan menjadi 3 derajat, yaitu sebagai berikut:

Klasifikasi 3 Derajat dan Penanganannya:

  1. Derajat 1 luka bakar hanya mengenai kulit luarnya saja. Tandanya berupa kulit tampak merah, kering dan terasa sakit. Contohnya luka bakar karena sinar matahari. Penanganan luka bakar ini tidak perlu khawatir, karena dapat sembuh dengan sendirinya.
  2. Derajat 2 luka ini mengenai bagian luar kulit sampai bagian kulit yang lebih dalam. Tandanya kulit akan tampak merah, lecet, melepuh, bengkak dan terasa sakit. Penanganan luka bakar ini bisa dengan pengobatan tanpa operasi atau tindakan operasi.
  3. Derajat 3 kerusakan jaringan mengenai seluruh lapisan kulit luar, bagian tengah kulit bahkan hingga ke kulit yang lebih dalam. Tanda dari derajat 3 yaitu kulit tampak putih, kasar namun juga dapat terliha hangus dan mati rasa. Penanganan luka bakar ini masih memerlukan tenaga medis.

Penanganan Luka Bakar Aman dan Tepat

  1. Luka bakar yang kurang dari 20% (tanpa luka terbuka)
    Penanganan pertamanya: rendam bagian tubuh yang terbakar ke dalam air es atau air dingin. Bisa juga untuk dikompres dengan handuk yang direndam air es. Tindakan ini dilakuan sampai tidak merasakan sakit/panas lagi. Tindakan bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan mengurangi terjadinya luka lanjutan akibat panas. Jika ada bagian kulit yang melepuh, tidak disarankan untuk dikuliti namun dibiarkan saja sampai kulit sembuh sendiri
  2. Luka bakar yang luas
    Penanganan pertamanya: segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan perawatan lebih lanjut.
  3. Luka bakar akibat zat kimia
    Penanganan pertamanya: luka bakar akibat zat basa keras lebih merusak dibanding zat asam keras. Pertolongan utamanya dengan cara menyiram bagian yang terbakar dengan air mengalir dan diberi larutan cuka dapur untuk menetralkan basa penyebabnya serta lepaskan pakaian secara perlahan.
    Luka bakar akibat zat asam keras (air keras, asam cuka pekat, dsb) cukup diguyur dengan air mengalir atau dengan larutan soda kue (dengan kadar 5%).

Menurut dr Vera Ikasari, Spesialis Bedah Plastik dari RSU Bunda saat dalam acara Media Gathering Peluncuran Wound Care di RSU Bunda, Menteng, Jakarta pada hari Jumat 22 November 2013 menuturkan bahwa โ€œpada luka bakar ringan jangan diberi pasta gigi, kecap ataupun mentega. Karena pada pasta gigi tidak bisa mengeringkan luka bakar. Berbagai kandungan di dalamnya seperti pemutih dan pewarna justru malah bisa memperparah luka dan memicu terjadinya infeksi. Mengolesi pasta gigi atau mentega pada luka bakar juga bisa menutupi dan menghambat cairan yang akan keluar dari dalam tubuh yang akhirnya menghambat proses penyembuhan. Cara terbaik untuk penanganan pertama pada luka bakar ringan adalah mengguyurnya dengan air mengalir atau air es.โ€


Tentang

Kotacare menangani segala macam luka, baik ringan, akut, maupun kronis. Kotacare mempunyai team profesional, tersertifikasi, dan integratif, dengan menggunakan perangkat perawatan terkini dan layanan sunat modern segala usia dengan berbagai kondisi mulai dari anak-anak, remaja maupun dewasa. KotaCare menyediakan berbagai metode dan alat sunat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pasien yang bersangkutan.

Touch by Capadesu ยฉ 2019 - All Rights Reserved